Sabtu, 23 Februari 2019

Cara Intip Last Seen WhatsApp Pengguna yang Disembunyikan, Ternyata Bisa!


Salah satu fitur yang paling banyak dipakai di WhatsApp adalah fitur menyembunyikan last seen. Hal ini tentu dilakukan agar orang lain tidak mengetahui kapan kita online di WhatsApp.

Fitur ini sudah tersedia di Android dan iPhone, jadi banyak pengguna yang memakainya.

Terkadang, sifat keingintahuan manusia terhadap sesuatu yang disembunyikan semakin besar. Dan jika ini adalah hal yang penting seperti urusan pekerjaan dan janji, menyembunyikan last seen tentu bukan hal yang 'fair' dilakukan bagi orang lain.

Nah berikut cara untuk tetap mengintipnya jika Anda mau. Mengutip laman Liputan6.com, berikut cara melihat last seen di WhatsApp walaupun sudah disembunyikan.

1. Install Aplikasi WhatsClock


Cara pertama, yaitu menginstal aplikasi WhatsClock di smartphone kamu. Langkah kedua, tambahkan nomor WhatsApp yang ingin kamu lacak last seen-nya.

Langkah ketiga, klik kontak yang telah kamu tambahkan sebelumnya. Lalu, klik "Get More Time", dan terakhir, kamu akan mendapatkan 3 jam untuk menggunakan aplikasi ini secara gratis.

Kalau lewat dari waktu tersebut, maka kamu akan dikenakan biaya.

2. Keuntungan Gunakan WhatsClock


Keuntungan menggunakan aplikasi WhatsClock, kamu akan mendapatkan notifikasi sebanyak dua kali.

Pertama, saat teman kamu online dan saat dia meninggalkan obrolan di WhatsApp.

Keuntungan lainnya adalah bisa melihat semua log (catatan) WhatsApp orang tersebut selama menggunakan aplikasi ini.

3. Bisa Juga Gunakan Aplikasi Wossip


Cara kedua, dengan menggunakan aplikasi Wossip yang bisa didapatkan melalui Google Play Store. Untuk dapat mengaksesnya, kamu harus masuk ke email dan klik "Monitor Contact".

Selanjutnya, pilih kontak yang ingin dilacak dari smartphone. Berbeda dengan WhatsClock yang hanya bisa memberi 3 jam gratis untuk melacak, aplikasi ini memberikan waktu selama 24 jam secara gratis.

Sabtu, 16 Februari 2019

YLKI Minta Pemerintah Tegas Hentikan Penjualan SIM Card Zain


Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), mengatakan, penghentian penjualan SIM Card sementara yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) terhadap operator seluler Zain tidak sesuai dengan harapan dan keinginan YLKI.

Sebab, kata Tulus, selain kasus kerugian yang dialami jamaah haji lantaran SIM Card tersebut tidak bisa digunakan, juga berpotensi merugikan negara karena ada potensi pendapatan pajak yang hilang.

Meski penghentian sementara penjualan SIM Card atau kartu perdana Zain sudah dikeluarkan pemerintah, namun Tulus menganggap langkah yang dilakukan oleh pemerintah tersebut tidak sesuai dengan harapan dan keinginan YLKI.

"Jika disandingkan dengan risalah rapat, antara rilis dengan risalah rapat ada pembelokan. YLKI menilai hasil risalah rapat dan kesepakatan yang dibuat kemarin jauh lebih kuat dibandingkan siaran pers tersebut. YLKI kecewa dengan Kemkominfo dan BRTI karena tidak sejalan dengan kesepakatan yang telah dibuat pada 23 Juli yang lalu," terangnya.

Sebagaimana diketahui, setelah ramai pemberitaan negatif mengenai penjualan SIM Card operator asing itu, Kemkominfo mengeluarkan keterangan resmi yang menyebutkan hanya sementara memberhentikan penjualan SIM Card.

Padahal, dalam kesepakatan rapat yang dihadiri oleh Kemkominfo, Kementrian Perdagangan, YLKI dan BRTI pada 23 Juli yang lalu disepakati bahwa penjualan SIM card Zain di Indonesia dilarang karena bertentangan dengan UU no 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi dan UU no 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Selain itu kesepakatan yang diambil dan dituangkan dalam risalah rapat yang dipimpin oleh I Ketut Prihadi Kresna, Komisioner BRTI, disepakati bahwa dengan dilarangnya penjualan SIM Card Zain di Indonesia nantinya tim gabungan yang terdiri dari Ditdal PPI Kominfo, Ditdal Ditjen PPI Kominfo Ditjen PKTN Kemendag dan Korwas PPNS akan melakukan pengawasan terhadap penjualan kartu perdana Zain Indonesia.

"Di saat Kemkominfo keluarkan siaran pers, justru Zain malah membuka counter di embarkasi Aceh dan Medan. Ini sungguh ironis sekali. Menurut YLKI itu aneh bin ajaib," jelasnya. 

Sabtu, 09 Februari 2019

Gallery Go, Aplikasi Kelola Foto Buatan Google Pakai Machine Learning


Google merilis aplikasi pengelola foto berbasis bernama Gallery Go. Aplikasi yang diperkenalkan di acara Google for Nigeria itu dapat membantu pengguna mengelola foto tanpa koneksi internet dan cadangan cloud.

Mengutip keterangan di blog resmi Google, Gallery Go menerapkan teknologi machine learning untuk mengelola foto-foto di perangkat pengguna.

Oleh sebab itu, Gallery Go antara lain dapat secara otomatis mengelompokkan foto-foto berdasarkan orang atau objeknya.

"Anda tidak perlu melabeli foto-foto itu secara manual dan semua fitur ini berjalan di ponsel Anda tanpa menggunakan koneksi internet Anda," kata manajer produk Google Photos, Ben Greenwood.

Selain itu, lanjut Greenwood, "Google Photos berfungsi dengan kartu memori, sehingga Anda dapat mudah menyalin foto-foto dari memori internal ke kartu memori."

Google juga menyematkan alat edit sederhana di aplikasi Gallery Go. Pengguna dapat memutar (rotate), memotong (crop) dan memakai beberapa filter pada foto-fotonya.

Aplikasi ini dapat diunduh di Play Store untuk perangkat yang menjalankan sistem operasi Android 8.1 (Oreo) atau lebih tinggi bagi pengguna di seluruh dunia.

Namun, Ben menekankan bahwa "beberapa fitur seperti mengelompokkan foto berdasarkan orang-orang yang ada di foto tersebut, tidak tersedia di semua negara."

Hal ini merupakan sebuah upaya untuk mengikuti aturan seperti yang diterapkan di Uni Eropa, yang melarang teknologi pengenalan wajah dengan alasan menjaga privasi pengguna.

Adapun Gallery Go merupakan salah satu dari sejumlah aplikasi "lite" yang Google perkenalkan dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya Google pernah merilis YouTube Go, aplikasi mesin pencari Google Go dan Google Maps Go.

Sabtu, 02 Februari 2019

Cara Hapus Seseorang Dari Follower Instagram Anda


Media sosial seperti Instagram membuat kita punya platform untuk berbagi soal kehidupan kita sehari-hari. Namun risikonya, seringkali banyak orang yang tak kita ingin juga ikut mengonsumsi kehidupan kita melalui konten.

Jika Anda adalah orang yang tidak memprivat akun Anda, hal ini memang susah dihindari. Pasalnya akun Anda bisa difollow siapapun. Terlebih lagi Anda memposting di Instagram untuk membagi karya.

Untungnya, Instagram membuat Anda mudah untuk menghapus follower Anda. Jadi jika ada orang yang tidak Anda inginkan untuk mengikuti Anda, dengan mudah Anda bisa menghapusnya.

Syaratnya hanya satu, fitur ini hanya ada di aplikasi mobile iOS atau Android. Di Instagram versi desktop tak ada. Melansir Business Insider, berikut ulasannya.

1. Cara menghapus Follower di Aplikasi Instagram


  1. Ketuk ikon profil Anda di sudut kanan bawah layar aplikasi
  2. Klik di tab follower Anda
  3. Ketuk tida titik di sisi kanan layar, di akun yang ingin Anda 'buang'
  4. Klik 'remove' di layar popup

2. Akun yang Anda Hapus Bisa Mem-follow Anda Lagi


Kelemahan dari fitur ini adalah orang yang Anda hapus dari follower Anda tetap bisa memfollow Anda lagi.

Fitur ini memang nampaknya diciptakan untuk sekadar membuat orang yang Anda hapus tak mengikuti Anda lagi.

Jika Anda ingin berbuat lebih, hal paling tepat tentu adalah memblokirnya. Dengan ini, orang-orang yang tidak Anda inginkan bisa menghilang selamanya dari Instagram Anda.