Sabtu, 30 Maret 2019

Patah Hati Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Seseorang


Patah hati merupakan salah satu masalah percintaan yang tidak asing dialami oleh banyak orang. Kandasnya hubungan percintaan atau penolakan yang dialami bisa membuat seseorang merasa patah hati.

Mengalami patah hati bisa menimbulkan efek pada mental seseorang. Namun siapa sangka bahwa hal ini ternyata juga bisa menyebabkan masalah secara fisik dan memunculkan masalah kesehatan serius.

tak main-main, sebuah penelitian mengungkap bahwa patah hati yang dialami seseorang bisa berpengaruh terhadap munculnya kanker. Dilansir dari Medical Daily, sebuah penelitian mengungkap bahwa kondisi yang disebut sindrom patah hati yang muncul ketika seseorang mengalami tekanan secara emosional dan fisikal bisa mempengaruhi berkembangnya kanker. Diketahui juga bahwa masalah ini bisa menurunkan peluang seseorang selamat dari kanker.

Sindrom patah hati atau biasa disebut sebagai sindrom takotsubo ini memiliki efek sama seperti serangan jantung. Hal ini menyebabkan sakit di dada serta napas yang memendek karena bilik jantung membesar sehingga kesulitan memompa darah.

Peneliti mengungkap bahwa satu dari enam orang yang mengalami sindrom ini mengalami kanker. Hal yang membuat temuan ini semakin mengejutkan adalah karena peluang seseorang untuk selamat mengecil setelah lima tahun mendapat diagnosis ini.

Tim peneliti menyebut bahwa penelitian mereka menjelaskan hubungan paling kuat antara sindrom patah hati dan kanker. Hasil ini didapat usai analisis terhadap 1.600 pasien yang mengalami sindrom patah hati.

Kanker payudara merupakan jenis kanker paling umum yang muncul selama penelitian ini. Jenis selanjutnya adalah tumor di sistem pencernaan, saluran pembuangan, organ kelamin, dan kulit.

"Pasien dengan sindrom patah hati mungkin mendapat mendapat manfaat jika menjalani pemeriksaan kanker untuk meningkatkan kemungkinan mereka selamat," terang Christian Templin, peneliti dan direktur University Hospital Zurich, Swiss.

"Hasil penelitian kami seharusnya meningkatkan kewaspadaan di antara onkologis dan hematologis dalam mempertimbangkan sindrom patah hati ini ketika mendiagnosis kanker seseorang atau dalam mengobatinya ketika mereka mengalami nyeri di dada, napas memendek, atau kondisi abnormal pada elektrokardiogram," sambungnya.

Peneliti mengatakan bahwa pastisipan yang mengalami kanker mungkin tidak bertahan selama 30 hari setelah gejala sindrom ini muncul. Kelompok yang sama mungkin juga membutuhkan bantuan jantung dan pernapasan secara intensif. 

Sabtu, 23 Maret 2019

Konsumsi Cabai Di Atas Batas Bisa Buat Seseorang Lebih Rentan Demensia


Makanan pedas selama ini diketahui hanya menyebabkan masalah pada pencernaan saja, namun pada jangka panjang ternyata ada efek lain yang dapat ditimbulkan. Diketahui bahwa konsumsi makanan pedas ini memiliki hubungan dengan demensia seseorang.

Dilansir dari the Health Site, sebuah penelitian yang dilakukan di China membuktikan mengenai dampak buruk makanan pedas terhadap kesehatan otak. Penelitian ini melibatkan 4.582 partisipan di China dengan usia di atas 55 tahun.

Diketahui bahwa orang-orang yang secara konsisten mengonsumsi lebih dari 50 gram cabai setiap hari mengalami penurunan kognitif lebih cepat. Merosotnya memori bahkan lebih signifikan jika orang tersebut memiliki badan kurus.

"Konsumsi cabai diketahui memiliki manfaat bagi berat badan dan tekanan darah pada penelitian sebelumnya. Namun, pada penelitian ini kami menemukan efek yang muncul pada kognisi orang tua," jelas pimpinan penelitian, Zumin Shi dari Qatar University.

Berdasar penelitian sebelumnya, capsaicin merupakan komponen aktif pada cabai yang bisa mempercepat metabolisme, mengurangi lemak, dan mencegah penyakit vaskular. Mereka yang mengonsumsi lebih banyak cabai memiliki indeks massa tubuh lebih rendah dan juga lebih aktif secara fisik dibanding orang yang tak mengonsumsinya.

Orang dengan berat badan normal mungkin lebih sensitif terhadap konsumsi cabai dibanding pada orang yang kelebihan berat badan.

"Konsumsi cabai telah dihubungkan sebelumnya dengan berat badan dan pengendalian tekanan darah. Capsaicin merupakan bahan aktif yang membantu menjaga energi dan oksidasi lemak.

Dari penelitian yang dilakukan ini, diketahui bahwa konsumsi cabai lebih dari 50 gram setiap hari bisa membuat masalah pada kesehatan otak seseorang. Walau begitu masih ada keterbatasan mengenai berapa jumlah konsumsi ideal cabai untuk mendapat manfaatnya secara optimal.

Sabtu, 16 Maret 2019

Terjadinya Penyakit Jantung Bawaan pada Anak Bisa Dideteksi Sejak Kehamilan


Walau selama ini sering dikaitkan sebagai penyakit orang tua, penyakit jantung juga bisa dialami oleh anak-anak. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2014 menemukan 7 hingga 8 bayi per 1000 kelahiran hidup dilahirkan dengan penyakit jantung bawaan (PJB).

PJB sendiri merupakan kelainan bawaan yang paling sering terjadi di antara kelainan-kelainan bawaan jenis lain. Kasus PJB pada bayi baru lahir yang terlambat dideteksi menjadi penyebab utama kematian bayi baru lahir.

Sementara itu, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Pusat Jantung Nasional Harapan Kita sepanjang 2013-2017 menunjukkan bahwa hanya 2000 kasus PJB setiap tahunnya yang mendapatkan intervensi baik secara bedah maupun non-bedah, padahal setidaknya ada 20,000 pasien PJB setiap tahunnya yang membutuhkan penanganan.

1. Jumlah Dokter Jantung yang Belum Ideal


Kepala Subdirektorat Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, dr. Asik Surya, menjelaskan bahwa saat ini prevalensi terhadap penyakit jantung di Indonesia secara keseluruhan mencapai 1.5 persen. Sedangkan, dokter jantung di Indonesia sendiri hanya sekitar 1050 orang.

Angka ini menggambarkan ketidakseimbangan antara jumlah dokter jantung dengan kasus yang harus ditangani, yang jika di angkakan maka perbandingan ini mencapai 1:250.000. Selain tenaga kesehatan, kecenderungan kurang lengkapnya alat yang ada di daerah menyebabkan rujukan penyakit-penyakit ini ditujukan ke Jakarta. Padahal, terdapat penanganan yang bisa dilakukan di daerah asal.

“Oleh sebab itu, untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan, perlu diciptakan sistem rujukan yang efektif sehingga penanganannya dapat dilakukan merata, tidak hanya berfokus pada daerah Jakarta,” tutur dr. Asik dalam siaran pers Philips yang diterima Fimela.com

Sementara itu, Sementara itu, dr. Winda Azwani menjelaskan bahwa angka tenaga kesehatan ahli yang mampu melakukan penanganan PJB pada bayi dan anak sendiri angkanya bahkan jauh di bawah itu. Saat ini jumlah dokter yang dapat menangani penyakit jantung anak hanya mencapai 50-60 orang.

Jumlah ini dianggap kurang memadai, mengingat diprediksi sekitar 50.000 bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan (PJB) setiap tahunnya. Selain kurangnya jumlah tenaga ahli, hanya sedikit rumah sakit yang memiliki teknologi pendukung untuk melakukan intervensi PJB pada bayi dan anak. Alat dan bahan medis yang dibutuhkan masih berasal dari luar negeri, sehingga berkontribusi ke mahalnya tarif penanganan.

2. Penangan PJB


Dr. Winda Azwani menyatakan bahwa berdasarkan jenisnya, PJB dapat dibagi menjadi dua, yaitu PJB sederhana dan PJB kompleks.

“PJB sederhana terjadi jika bayi mengalami 1 lesi (keadaan abnormal) pada jantung. Sedangkan PJB kompleks adalah penyakit jantung dengan lebih dari 1 lesi dan komplikasi lainnya. Untuk penanganan PJB sederhana, beberapa kota besar lainnya seperti Medan, Bandung, dan Makassar sudah memiliki fasilitas untuk menanganinya. Namun, penanganan PJB kompleks saat ini hanya dapat dilakukan di dua lokasi, yaitu Jakarta dan Surabaya saja," paparnya.

Penanganan PJB dapat dibagi menjadi dua, yaitu dengan operasi jantung dan intervensi non-bedah melalui kateterisasi jantung. Tergantung dengan tingkat kegawatannya, operasi jantung pada bayi dapat dilakukan sejak bayi berusia 2 minggu.

Baik intervensi bedah maupun non-bedah membutuhkan tenaga ahli dengan tim terlatih yang saat ini jumlahnya masih sangat sedikit, sehingga terkadang berakibat pada terlambatnya penanganan PJB kritis.

PJB saat ini belum diketahui pasti penyebabnya. Namun, penyakit ini memiliki beberapa faktor risiko, antara lain adalah ibu dengan diabetes yang melakukan pengobatan dengan suntik insulin, atau ibu dengan epilepsi yang mengonsumsi obat anti-kejang. Pada bayi, PJB dapat memiliki dampak jangka panjang jika tidak ditangani dengan benar, mulai dari cacat, stunting, hingga kelumpuhan.

3. Deteksi Dini PJB


Data Pusat Jantung Nasional Harapan Kita 2019 menyebut bahwa daftar antrian operasi jantung pada bayi dan anak di saat ini mencapai 1.100 pasien, dengan kemampuan rumah sakit untuk melakukan operasi sebanyak 1.200 operasi setiap tahunnya. Namun semakin canggihnya teknologi saat ini, PJB sudah bisa dideteksi sejak janin masih berada di dalam kandungan, yaitu melalui fetal echocardiography. Teknologi yang baru dikenal di dunia kesehatan pada 10 tahun terakhir ini dapat menangkap kelainan pada jantung janin menggunakan USG, meskipun untuk saat ini, dokter ahli yang bisa melakukan fetal echocardiography masih terbatas jumlahnya.

Pemeriksaan USG juga bisa menangkap beberapa gejala yang menjadi indikasi penyakit jantung bawaan, seperti janin berukuran cenderung kecil dan bibir sumbing. Setelah kelahiran, PJB dapat dikenali lewat beberapa gejala seperti berat badan yang sulit naik, napas yang cepat saat tertidur dan anak mudah lelah. Untuk menghindari terjadinya dampak negatif jangka panjang PJB, maka deteksi dini sangat dianjurkan.

Presiden Direktur Philips Indonesia Dick Bunschoten mengatakan melalui mengatakan Philips berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai berbagai isu kesehatan yang mempengaruhi kehidupan banyak orang di Indonesia, salah satunya adalah PJB. Karenanya, Philips mendorong masyarakat untuk mulai mengadopsi gaya hidup sehat serta membiasakan deteksi dini untuk mengantisipasi penyakit seperti PJB ini.

"Lewat inovasi teknologi seperti USG, deteksi PJB sejak dini dapat dilakukan. Selain itu, solusi Cath Lab Azurion kami juga membantu intervensi non-bedah yang lebih tidak menakutkan dan tidak meninggalkan luka pada anak," ujarnya.

Sabtu, 09 Maret 2019

Tips Menemukan Hotel Sesuai Kebutuhan Secara Online


Memilih hotel atau akomodasi yang tepat adalah hal yang esensial untuk memastikan kelancaran liburan atau perjalanan bisnis. Dengan hadirnya online travel agent (OTA) seperti Traveloka, kini setiap pengguna dapat memesan kamar hotel sebelum keberangkatan. Pengguna juga bisa melakukan perbandingan harga dan fasilitas antara satu hotel dengan hotel yang lain di negara atau kota destinasinya.

Menurut data dari BPS pada tahun 2018, tercatat ada lebih dari 3.300 hotel berbintang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Jika dijumlah, ada 314.000 kamar yang tersedia untuk dipesan. Provinsi dengan jumlah hotel berbintang tertinggi adalah Bali (551), Jawa Barat (463), dan DKI Jakarta (326).

Dengan semakin menjamurnya kehadiran hotel, persewaan kamar, hingga persewaan rumah dan apartemen harian, pengguna tidak akan pernah kehabisan pilihan, bahkan ketika bepergian di musim liburan. Namun, bagaimana cara memastikan bahwa Anda bisa menemukan hotel yang sesuai dengan kebutuhan?

Traveloka mengembangkan beberapa fitur canggih untuk memudahkan pengguna mencari hotel sesuai selera dan preferensi masing-masing. Berikut ini lima tips penting yang bisa Anda lakukan:

1. Masukkan budget ke dalam fitur harga

Hal pertama yang perlu diketahui sebelum mencari hotel adalah anggaran atau budget. Gunakan fitur filter harga di Traveloka dan masukkan harga maksimal yang sesuai dengan budget. Fitur ini sangat berguna untuk mempercepat proses pencarian, sehingga semua akomodasi yang ditampilkan berada pada jangkauan budget. Setelah menetapkan anggaran, pengguna juga bisa mengurutkan tampilan pilihan hotel mulai dari harga termurah hingga termahal.

2. Tentukan jenis properti yang ingin dipilih

Setiap perjalanan atau liburan membutuhkan tipe akomodasi yang berbeda-beda. Dalam aplikasi Traveloka, pengguna dapat memilih beberapa kategori untuk menemukan hotel yang tepat. Misalnya, kategori Family-Friendly akan menampilkan pilihan hotel ramah-anak yang memiliki fasilitas penunjang, seperti kolam renang, taman bermain, atau kamar keluarga. Kategori Budget atau Hostel cocok untuk para backpacker yang hendak berwisata dengan anggaran lebih hemat. Ada juga kategori Luxury yang dapat dipilih pengguna jika ingin memanjakan diri di hotel-hotel mewah berbintang empat atau lima.

Selain kategori tersebut, pengguna bisa semakin mempersempit hasil pencarian dengan memilih tipe akomodasi yang diinginkan. Misalnya, jika ingin berpergian bersama teman-teman dan keluarga dalam jumlah banyak, pengguna dapat mencentang pilihan Resort atau Villa. Traveloka memiliki ribuan direktori tipe penginapan untuk kebutuhan wisatawan, entah itu berupa homestay, apartemen, hotel, villa, hostel, atau bed and breakfast yang lebih sederhana.

3. Manfaatkan fitur peta untuk memilih lokasi terbaik

Ketika berlibur maupun melakukan perjalanan bisnis, pemilihan lokasi menginap adalah hal yang sangat penting. Jika hotel atau penginapan terletak jauh dari pusat kota atau berada di lokasi yang kurang aman, bisa-bisa pengalaman berlibur rusak karena tidak bisa beristirahat dengan tenang.

Karena itu, pengguna dihimbau untuk selalu memanfaatkan fitur peta untuk menemukan hotel yang terletak di lokasi terbaik. Fitur peta digital yang interaktif ini mudah digunakan karena pengguna bisa memasukkan alamat, tempat wisata, atau bagian kota tertentu, kemudian Traveloka akan memberikan rekomendasi hotel yang berada di radius terdekatnya.

4. Pilih fasilitas yang wajib ada

Setiap hotel menawarkan fasilitas yang berbeda-beda. Bahkan, dalam satu hotel, fasilitas antara tipe kamar Deluxe dan Suite pun berbeda. Agar tidak sampai salah pilih, Traveloka menyediakan pilihan fasilitas standar yang bisa dicentang, seperti WiFi, kolam renang, restoran, elevator, pusat kebugaran, dan transport dari/ke bandara. Misalnya, untuk perjalanan bisnis, pengguna tentu membutuhkan koneksi WiFi agar pekerjaan tetap berjalan lancar. Dengan mencentang fasilitas WiFi, maka Traveloka hanya akan menampilkan pilihan hotel yang menyediakan fasilitas tersebut.

5. Tuliskan permintaan khusus untuk hotel

Jika membutuhkan fasilitas yang lebih detail, Traveloka menyediakan kolom untuk permintaan khusus/special request. Ingin check-in lebih awal? Ingin memilih tipe kasur twin atau king? Atau ingin memilih kamar hotel yang bebas asap rokok? Semuanya dapat dilakukan hanya semudah mengetik di ponsel pintar.

Itu dia keunggulan memesan hotel di Traveloka! Sebagai perusahaan solusi travel online ternama di Indonesia, Traveloka telah bermitra dengan ratusan ribu penginapan mulai dari hotel, hostel, hingga apartemen, untuk melayani pengguna di seluruh daerah Indonesia dan luar negeri. Apapun kebutuhannya, wisatawan bisa pesan hotel mudah di Traveloka sebagai solusi semua perjalanan.

Sabtu, 02 Maret 2019

Harus Ada Aturan Jika Operator Seluler Asing Jualan Produk di Indonesia


Evita Nursanty, Anggota Komisi 1 DPR RI mengapresiasi langkah yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pasca rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi 1  tentang pelarangan penjualan SIM Card operator Zain. Zain merupakan operator seluler asal Arab Saudi.

Keberatan yang dilayangkan Komisi 1 tidak didiamkan oleh Kemkominfo. Walaupun Komisi 1 DPR mengapresiasi namun harapannya tak hanya menghentikan sementara.

Sebagaimana diketahui, setelah ramai pemberitaan negatif mengenai penjualan SIM Card operator asing itu, Kemkominfo mengeluarkan keterangan resmi yang menyebutkan hanya sementara memberhentikan penjualan SIM Card.

"Seharusnya Kemenkominfo dan Kemendag bergerak sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Pemerintah harus adil," ujar Evita.

Dilanjutkannya, seharusnya pemerintah dapat segera bertindak tegas kepada Zain. Karena banyak pihak yang terdampak negatif dengan penjualan SIM card Zain di Indonesia. Seperi hilangnya potensi pajak, PNBP, perlindungan konsumen dan mengganggu iklim usaha.

Agar kegiatan Zain ini tidak merugikan negara dan masyarakat dikemudian hari, Evita meminta agar pemerintah melalui Kemenkominfo dan Kemendag segara meregulasi operator asing asal Saudi Arabia tersebut.

Mungkin jika Zain ingin menjual SIM card di Indonesia, mekanismenya adalah mereka bisa bekerjasama dengan operator telekomunikasi di Indonesia. Karena operator telekomunikasi Indonesia yang ingin melayani pelanggannya pada musim haji juga menjalin kerjasama dengan operator telekomunikasi di Saudi Arabia.

"Operator telekomunikasi Indonesia kan tak bisa menjual SIM card di Saudi. Kenapa kita mengizinkan mereka bisa berjualan di Indonesia. Harusnya pemerintah melakukan resiprokal. Sehingga persaingan usaha menjadi lebih sehat," jelasnya.

Pengamat telekomunikasi dan mantan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Heru Sutadi mengatakan, seharusnya Kemkominfo tidak hanya menghentikan sementara penjualan SIM card Zain di Indonesia.

Jika Zain memang melanggar perundang-undangan yang ada, seharusnya pemerintah segera menghentikan kegiatan penjualan SIM card tersebut dan mengeluarkan surat peringatan baik itu dari Menkominfo atau BRTI. Lanjut Heru, pemerintah harus segera menindak pihak yang bertanggung jawab atas pemasaran Zain di Indonesia.

"Kalau benar dihentikan ya bisa jadi efek jera bagi operator lain tidak sembarangan jualan produk di sini. Asal ada peringatan secara resmi, baik dari Menkominfo atau BRTI, bukan kesimpulan rapat," ujar Heru.