Sabtu, 13 April 2019

Wanita Usia Muda Memiliki Daya Tahan Influenza Jauh Lebih Kuat Dibanding Pria


Secara umum, wanita sebenarnya memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap flu dibanding pria. Namun sebuah penelitian mengungkap bahwa seiring bertambahnya usia dan menurunnya estrogen, daya tahan mereka ini bakal menurun.

Dilansir dari The Health Site, hasil penelitian ini diterbitkan pada jurnal npj Vaccines. Hasil didapat usai dilakukan evaluasi terhadap respons imun terhadap vaksin influenza 2009 H1N1 di antara 145 partisipan. Satu grup berusia antara 18-45 sedangkan lainnya 65 tahun ke atas.

"Kita butuh untuk mempertimbangkan formulasi vaksin buatan dan dosisnya berdasar jenis kelami penerima vaksin serta usia mereka," terang Sabra Klein, peneliti senior penelitian ini.

Usai menganalisis sejumlah penanda dari respons imun, peneliti menemukan bahwa secara rata-rata wanita pada usia lebih muda memiliki respons lebih kuat. Hasil ini diperoleh usai dibandingkan dengan pria dan wanita yang lebih tua.

Wanita muda ini memiliki tingkat protein daya tahan tiga kali lebih besar dibanding pada pria muda. Jumlah ini juga dua kali lipat lebih banyak dibanding pada wanita tua.

Pengukuran dari respons antibodi anti flu juga lebih tinggi pada wanita muda ketika dibandingkan pada pria dan wanita tua. Semakin muda wanita, maka semakin besar tingkat estradiol pada peredaran darah, salah satu estrogen penting dibanding pada wanita usia tua.

Serupa dengan wanita muda, pria muda memiliki tingkat aliran testosteron lebih tinggi pada darah dibanding pada pria tua. Respons vaksin yang lebih tinggi dihubungkan dengan estradiol semakin tinggi pada wanita muda dan semakin rendah testosteron pada pria yang lebih muda.

Klein mengungkap bahwa terdapat bukti adanya hubungan pada tingkat hormon berdasar jenis kelamin ini.

"Apa yang kita tunjukkan di sini adalah menyangkal bahwa estrogen yang muncul saat menopause mempengaruhi kekebalan tubuh wanita," terang Klein.

"Hingga sekarang, hal ini tidak diperhitungkan pada konteks vaksin. Temuan ini menjelaskan bahwa satu jenis vaksin tidak bisa melingkupi semua orang dengan sama. Mungkin pria seharusnya mendapat dosis lebih besar," tandasnya.

0 komentar:

Posting Komentar