Sabtu, 29 Juni 2019

Perkuat Branding Bali dan Lombok, Famtrip Media Azerbaijan 2019 Eksplorasi 15 Destina


Perkuat pasar Asia Tengah dan Selatan, Kemenpar luncurkan program famtrip. Porosnya dibangun melalui Azerbaijan. Eksplorasinya dilakukan pada 15 destinasi eksotis milik Bali dan Lombok. Jumlah total pesertanya 6 orang. Backgroundnya jurnalis hingga bloger.

Famtrip Media Azerbaijan 2019 digelar 12-17 Juli. Program tersebut menjadi kolaborasi Kemenpar dengan KBRI Baku, Azerbaijan. Menjadi bagian penguatan pasar, sejumlah dukungan pun dialirkan Kemenpar. Ada rangkaian aktivitas ground handling, seperti transportasi lokal, akomodasi lengkap, pemandu wisata, dan tiket destinasi. Untuk KBRI Baku menanggung tiket perjalanan internasional.

"Potensi pasar Azerbaijan menjanjikan. Melalui program famtrip, arus kunjungan wisatawan di sana semakin positif. Para peserta tersebut memiliki network kuat. Sejauh ini, pelaksanaan famtrip positif. Peserta terpesona oleh eksotisnya destinasi di Bali dan Lombok," ungkap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya.

Digelar sekitar 6 hari, program Famtrip Media Azerbaijan 2019 diawali dari Bali, 12-14 Juli. Selama berada di Pulau Dewata, para peserta mengeksplorasi 11 destinasi. Konsepnya lengkap. Mulai dari alam, budaya, dan manmade. Mereka juga menikmati adrenalin dan keramahan spa ala Bali.

"Ada banyak destinasi yang mereka nikmati selama berada di Bali. Para peserta terlihat sangat menikmati," terang Nia.

Mengeksplorasi Pulau Dewata, destinasi Garuda Wisnu Kencana menjadi start program famtrip tersebut. Garuda Wisnu Kencana menjadi salah satu ikon Bali. Bangunan fenomenal ini memiliki tinggi 121 Meter dengan lebar 93 Meter. Ada beragam aktivitas yang dilakukan peserta di sini, termasuk di antaranya berfoto dan membuat beragam konten kreatif.

Dari Garuda Wisnu Kencana, mereka lalu menikmati keramahan spa khas Bali. Lokasinya ada di Taman Sari Royal Heritage Spa, Nusa Dua, Badung. Menawarkan konsep Solus per Aqua, ada banyak program yang ditawarkan Taman Sari Royal Heritage Spa. Suasana semakin rileks dengan beragam aroma terapi seperti jasmine, sandalwood, ginger. Salah satu treatmentnya adalah Javanese Traditional Massage.

"Ada beragam aktivitas dan fasilitas yang bisa dinikmati oleh seluruh wisatawan bila datang langsung ke Bali. Semua yang ditawarkan adalah yang terbaik dengan nuansa khas di masing-masing spot. Untuk itu, silakan berkunjung ke Bali. Nikmatilah beragam warna warni eksotisnya," jelas Nia Lagi.

Berada di destinasi wisata terbaik dunia, peserta famtrip pun mengeksplorasi wisata baharinya. Nuansa pantai yang dikunjunginya, seperti Jimbaran, Pandawa, Sundays Beach Club, hingga Uluwatu lengkap dengan puranya. Menyempurnakan nuansa pantai, mereka juga mengunjungi Pura Tanah Lot. Tanah Lot ini terkenal dengan golden sunsetnya.

Sisi lain Bali juga dikulik melalui Secret Garden Village. Usai diresmikan Mei 2016, destinasi ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Secret Garden Village memiliki beberapa keistimewaan, seperti Museum Oemah Herborist, Black Eye Coffee & Media Roastery, The Luwus Resto, Rice View, hingga Beauty Garden. Lalu, adrenalin peserta Famtrip Azerbaijan 2019 juga dimanjakan melalui Ayung Water Rafting.

"Ada banyak sisi dan aktivitas yang bisa dinikmati oleh wisatawan selama berada di Bali. Harga yang ditawarkan juga sangat ramah. Selain destinasi, Bali juga memiliki banyak kuliner otentik. Cita rasanya sangat nikmat. Kuliner khas Bali sudah terkenal dan selalu menjadi buruan utama para wisatawan," kata Nia lagi.

Dari Bali, peserta Famtrip Media Azerbaijan 2019 bergeser ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), 15-17 Juli. Selama 3 hari di Lombok, ada 4 destinasi yang dieksplorasi. Mereka pun sangat menikmati 3 Gili khas Lombok, seperti Trawangan, Meno, dan Air. Destinasi tersebut jadi identitas pariwisata NTB. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memaparkan, komposisi destinasi ideal dinikmati peserta famtrip ini.

"Azerbaijan tetap menjadi pasar penting bagi Indonesia. Bali dan Lombok sangat populer di sana. Untuk itu, penguatan tone diberikan. Untuk aktivitas famtrip berikutnya bisa ditawarkan destinasi lain. Yang jelas, aktivitas famtrip ini akan memberikan impact positif bagi pergerakan wisman," papar Menpar.

Selain nuansa bahari, peserta Famtrip Media Azerbaijan 2019 juga menikmati keunikan Desa Sade Sasak. Desa ini banyak memiliki experience. Wisatawan bisa menikmati nuansa tradisi dan budaya kental. Sebut saja, Rumah Bale yang sangat tradisional dengan atap ilalang dan berdinding bambu. Ada juga warna Islam Wektu Telu hingga beragam craft.

Experience peserta famtrip semakin lengkap dengan akomodasi yang diberikan. Selain mengeksplorasi destinasi, mereka menginap di Hotel Mercure Kuta Bali, 12-14 Juli, Holiday Resort Lombok, 14-16 Juli, juga Sun Island Kuta pada 16-17 Juli.

"Selain atraksi, untuk amenitas dan transportasi pada destinasi tersebut sangat bagus. Semuanya ini akan mendukung aktivitas wisatawan selama berada di Bali dan Lombok," tutup Arief yang juga Menpar Terbaik ASEAN.

Sabtu, 22 Juni 2019

Menpar: Selamat buat Jawara di Indonesia's Attractiveness Award 2019


PT Tempo Inti Media Tbk. dan Frontier Group kembali memberikan penghargaan Indonesias Attractiveness Award 2019. Penyerahan penghargaan berlangsung di Hotel Pullman, Jakarta Pusat. Ada 4 provinsi, 2 kabupaten, dan 5 kota yang berhasil meraih nilai tertinggi kategori pariwisata.

Pada sektor pariwisata skala provinsi besar, Jawa Tengah berhasil meraih gold. Setingkat di bawahnya, ada Jawa Timur yang mengantongi platinum. Sementara untuk skala provinsi sedang, muncul Yogyakarta yang meraih platinum. Dan Sulawesi Utara meraih gold pada skala provinsi kecil.

Berikutnya, untuk sektor pariwisata skala kabupaten besar, terpilih Sleman yang berhak atas penghargaan gold. Sedangkan Kabupaten Banyuwangi sangat istimewa dengan predikat platinum. Kabupaten yang sukses dengan pariwisata sebagai lokomotif membangun daerahnya.

Banyuwangi yang 27 Juli 2019 nanti, persis di hari Minggu, bakal menggelar salah satu Calendar of Events Pariwisata Nasional itu memang istimewa. Lihat saja suasana Banyuwangi Ethno Carnaval nanti, layak sekali menjadi Kota Festival dengan 99 Festival di tahun 2019. Dalam framework Menpar Arief Yahya, festival festival itu adalah atraksi di destinasi.

Untuk sektor pariwisata skala kota besar, Bandung paling unggul sehingga berhak membawa pulang gold. Setingkat di bawahnya ada Denpasar dan Surabaya yang sama-sama meraih platinum. Sementara untuk sektor pariwisata skala kota sedang, Yogyakarta berhasil meraih gold. Tak kalah pamor, Kota Batu meraih platinum untuk skala kota kecil.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku sangat mengapresiasi atas diraihnya prestasi tersebut. Menurutnya, CEO Commitment kepala daerah (gubernur/ bupati/ walikota), menjadi unsur penting dalam mengembangkan pariwisata. Itu karena 50 persen keberhasilan pariwisata di daerah ditentukan oleh komitmen tersebut.

Kalau pimpinan daerahnya mau, kata Menpar Arief Yahya, pasti bisa! Kemauan itu ditunjukkan dengan siapa kepala dinas pariwisatanya? Apakah dipilih orang yang terbaik? Kedua, apakah alokasi budgetnya sudah sesuai, dengan menjadikan sektor pariwisata sebagai unggulan?

"Hipotesis saya, CEO Commitment itu nomor satu! Daerah yang pimpinan daerahnya committed, pasti sukses dengan pariwisatanya," ungkap Arief Yahya.

Dia menyebut, pilih dulu orang yang tepat, baru dikasih program dengan target. Tidak bisa dibalik, program dulu baru mencari orangnya.

"Tak kalah penting adalah unsur 3A dalam pengembangan destinasi. Yaitu atraksi, aksesibilitas dan amenitas. Semua wajib tersedia karena ketiganya merupakan hal dasar yang dibutuhkan wisatawan. Salah satu saja tak terpenuhi, jangan harap upaya pengembangan pariwisata bisa maksimal. Semua saling topang antara satu dengan yang lain," jelasnya.

Indonesias Attractiveness Award adalah jenis penghargaan tingkat nasional yang sudah memasuki tahun kelima. Kegiatan ini dapat memacu setiap daerah untuk berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Bukan hanya pada sektor pariwisata, tetapi juga sektor-sektor lain seperti infrastruktur, investasi dan pelayanan publik.

Penghargaan yang diuji oleh Tempo Media ini sangat bergengsi, karena dilakukan oleh pihak yang independen dan punya reputasi.

"Selamat buat para juara! Selamat daerah yang dipimpin oleh CEO yang hebat! Sukses buat Indonesias Attractiveness Award 2019," kata Menteri Arief Yahya.

Terpisah, Walikota Bandung Oded M Danial mengaku bangga dengan penghargaan bergengsi tersebut. Terlebih, Indonesias Attractiveness Award merupakan penghargaan dengan kualifikasi yang benar-benar dinilai secara detail dan ketat.

"Untuk kategori pariwisata, ada beberapa hal mendasar yang menjadi penilaian dewan juri. Antara lain aspek lingkungan, serta kebijakan pemerintah terhadap industri travel & tourism. Lengkap beserta kondisi-kondisi lain yang mendukung," ujarnya.

Penilaian lain, lanjut Oded, ada aspek infrastruktur, aspek kebudayaan dan sumber daya alam. Semua dikupas secara menyeluruh, menjadi satu kesatuan yang utuh dalam penentuan pemenang.

Kepala Disbudpar Bandung Dewi Kaniasari menambahkan, setelah dilakukan penilaian data primer dan sekunder, maka Kota Bandung ditetapkan sebagai peraih gold pada Indonesias Attractiveness Award 2019 dari Tempo Media Group. Khususnya untuk sektor pariwisata skala kota besar di Indonesia.

"Pada data primer, saya mewakili Walikota Bandung langsung ekspose di depan dewan juri. Terdiri dari Pemred Tempo Media Group, Founder dari Frontier Consulting Group, dan Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia. Beruntung sekali kita meraih point tertinggi dan menerima gold," ungkapnya.

Daerah lain yang meraih penghargaan platinum adalah Banyuwangi. Menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, daerahnya mencari data dari berbagai sumber untuk membangun pariwisata. Data sekunder untuk dimensi investasi, insfrastruktur dan pariwisata berasal dari berbagai instansi. Seperti BKPM, BPS, Bank Indonesia dan kementerian.

Sedangkan untuk data primer dilakukan dengan cara mystery calling terhadap 12 institusi di masing-masing kota/kabupaten. "Dari data yang berhasil dihimpun oleh tim penilai, Banyuwangi dinyatakan lolos verifikasi dan akhirnya meraih penghargaan Indonesia Attractiveness Index Award 2019," ujar Bupati Anas.

Sektor pariwisata juga merupakan salah satu Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang memberikan kontribusi yang besar bagi Banyuwangi. Banyuwangi mampu menarik turis dari dalam negeri maupun mancanegara telah memberikan pemasukan yang besar. Sehingga meningkatkan pajak daerah dan menggairahkan ekonomi setempat baik sektor perdagangan, transportasi, akomodasi, dan lainnya.

Berkat pembangunan pariwisata, Banyuwangi berhasil menekan angka kemiskinan yang sebelumnya di atas 15 persen, kini tinggal 7 persen. Selain itu, peningkatan pendapatan daerah juga melonjak 134 persen.

"Produk domestik bruto juga mengalami kenaikan dari Rp 32 triliun, menjadi Rp 78 triliun. Kemudian pendapatan perkapita rakyat Banyuwangi naik dari Rp 20,8 juta menjadi Rp 48,7 juta," imbuh Bupati Anas.

Sabtu, 15 Juni 2019

3 Motif Tenun TTU akan Diperkenalkan di Konser Musik Kefamenanu


Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, memiliki harta tak ternilai berupa tenun. Ada 3 motif yang dikenal, yaitu Buna, Sotis, dan Ikat. Kekayaan ini akan turut diperkenalkan dalam Konser Musik Crossborder Kefamenanu 2019, 9-10 Agustus 2019. Konser akan dilangsungkan di Lapangan Oenamu, Kefamenanu, TTU.

"TTU banyak memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Tenun ini sudah menjadi identitas bagi kami. Tenun diwariskan secara turun menurun dan terus terjaga keasliannya. Semuanya juga dilakukan secara tradisional. Kami berharap, wisatawan bisa mengekplorasi tenun saat berkunjung ke Konser Musik Crossborder Kefamenanu," ungkap Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes.

Dari 3 motif utama, Sotis paling banyak dibuat oleh penenun. Karena, relatif mudah. Durasi pembuatannya juga singkat. Corak yang ditawarkan biasanya Matepon atau Mawanan. Mulai berkembang 1970, para penenun akan merancang bunga secara merayap. Harga yang ditawarkan Rp150 Ribu hingga Rp200 Ribu.

"Nusa Tenggara Timur memang terkenal dengan tenun khasnya, termasuk TTU. Motifnya sangat khas dan mencirikan kekayaan wilayahnya. Silahkan mengeksplorasi tenunnya. Lalu, pastikan tenun khas TTU ini menjadi cenderamata saat berkunjung ke Konser Musik Crossborder Kefamenanu 2019," terang Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani.

Sementara motif Ikat sedikit lebih rumit. Ada beberapa motif yang ditawarkan. Selain itu, proses produksinya memakan durasi waktu lebih lama 2 pekan. Peralatan yang digunakan hanya berupa kayu dan bambu. Dan, harganya melambung sekitar Rp750 Ribu.

Lalu, bagaimana dengan motif Buna? Motif Buna terkenal karena indah dan pembuatannya paling rumit. Menariknya, tidak semua penenun di TTU bisa menghasilkan motif tersebut. Buna memiliki warna dasar hitam.

Berikutnya, dilakukanlah penyulaman dengan menggunakan benang berbeda warna. Tujuannya, agar simbol atau corak menjadi dominan. Obyek coraknya berupa binatang, bunga, dan kotak-kotak.

Lebih spesifik, motif dan warna Buna menunjukan suku pada beberapa wilayah di TTU. Mereka kerap menyebutnya dengan istilah Hitu, Taboy, Saijao, dan Banusu. Untuk corak Hitu biasanya ditandai oleh kotak putih pada sisi terdalam, lalu Taboy sebagai representasi kotak dengan warna biru. Merah menjadi simbol Saijao dan Banusu menjadi kotak pada lingkaran terluar dari motif.

"Proses pewarnaan tenun selalu dilakukan dengan cara tradisional. Hal ini tentu menjadi value lain dari tenun-tenun tersebut. Terkait pewarnaan juga dilakukan sesuai fungsi dari tenunnya. Sebab, tenun dan warnanya biasanya disesuaikan dengan beragam upacara juga tradisi di TTU," tegas Ricky lagi.

Pewarnaan tenun memang didasarkan atas peruntukannya. Untuk warna ungu biasanya digunakan di dalam upacara duka. Pada upacara adat, pengunjung biasanya memakai tenun dengan warna hitam. Warna-warni pesta kegembiraan (pernikahan) lalu direpresentasikan dengan tenun warna merah, hijau, kuning, juga warna cerah lainnya.

Motif Buna diberi label tertinggi. Harganya mencapai Rp2 Juta per lembang. Selain proses produksinya yang rumit, durasi pembuatan tenun tersebut 6 bulan hingga 1 tahun.

Bahan baku benang pembuatnya juga diklaim lebih banyak. Pangsa pasar tenun Buna ini menengah atas. Karena pasarnya yang eksklusif, motif Buna baru dibuat bila ada pesanan dari pasar.

"Motif tenun khas TTU semakin memperkaya Indonesia sebagai destinasi wisata dunia. Coraknya khas dengan keberagaman filosofi yang menyertainya. Kami berharap keberadaan tenun Sotis, Ikat, dan Buna khas TTU semakin melengkapi experience saat berkunjung ke Konser Musik Crossborder Kefamenanu 2019," tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.

Sabtu, 08 Juni 2019

Jazz Gunung Bromo 2019, Cara Asyik Menikmati Musik di Ketinggian


Ada kabar seru untuk para pecinta musik tanah air. Khususnya musik jazz. Karena, sebentar lagi Jazz Gunung Bromo 2019 bakal kembali menyapa. Pagelaran ini bakal digelar 26-27 Juli 2019 di Amfiteater Terbuka Jiwa Jawa Resort Bromo.

Event ini merupakan pagelaran jazz bertaraf internasional. Konsernya digelar di ketinggian 2000 mdpl. Udara dingin yang tercipta, akan membawa pengunjung serasa di Eropa. Konser ini dilaksanakan di ruang terbuka. Beratapkan langit, berlatarkan pegunungan dan berdinding cemara.

Penggagas event ini, Sigit Pramono, mengatakan Jazz Gunung Bromo juga bertujuan mengajak masyarakat untuk kembali datang ke Bromo.

"Banyak alasan untuk datang ke Bromo. Pertama menikmati musik jazz. Kedua melihat sunrise. Jika datang ke Jazz Gunung Bromo, maka akan mendapatkan bonus bisa menyaksikan keindahan Bromo di pagi hari," kata Sigit Pramono.

Tidak hanya itu, para penonton akan ditemani gemerlap bintang ketika malam tiba. Ini tentu akan menjadi pengalaman yang tidak akan di temui di manapun.

"Bayangkan atmosfer yang tercipta dari pagelaran ini. Kapan lagi bisa nonton pagelaran Jazz bertaraf internasional di ketinggian dengan deretan artis-artis ternama. Asik, seru itu sudah pasti," kata Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Wawan Gunawan.

Menurut Wawan, pagelaran ini sudah dipersiapkan matang selama hampir enam bulan lamanya. Karena Jazz Gunung Bromo memang dihadirkan untuk semakin mengangkat pariwisata di Gunung Bromo yang telah terkenal seantero jagat.

Hanya dengan membicarakannya saja, angan kita sudah melambung pada cantiknya semburat matahari terbit di Bromo. Keindahan warna langit di pagi hari dengan bingkai puncak Bromo telah menjadi buah bibir yang tak ada habisnya.

Begitu malam tiba, gemerlap bintang seolah menyambut untuk menemani malam. Sebuah ikon yang telah merasuki jiwa wisatawan untuk terus kembali ke Bromo.

"Dan keindahan akan tersaji makin lengkap dengan hadirnya Jazz Gunung Bromo 2019," imbuh Wawan.

Bagaimana tidak lengkap. Barisan pengisi acaranya menawarkan sensasi yang luar biasa. Ada Idang Rasjidi feat Mus Mujiono, Tompi, Sierra Soetedjo, Candra Darusman Project, Gugun Blues Shelter, hingga Yuri Mahatma Quartet.

Ada juga Ring of Fire Project Djaduk Ferianto bersama Didi Kempot, Debu, Voyager (Perancis), Titan (Belanda), Nita Aartsen Kwartet featuring Rene Calvin, Antonio Marcos, serta Pablo Calzado. Makin kece karena tetap dipandu oleh MC Jazz Gunung yang super lucu Duo Alit dan Gundi.

"Jazz Gunung Bromo 2019 merupakan sebuah mahakarya yang akan memuaskan dahaga para pencinta musik. Sebuah tampilan yang dikemas sangat agresif meninjolkan keindahan Gunung Bromo. Sebuah tampilan yang layak untuk disaksikan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Probolinggo, Tutang Heru Aribowo.

Bupati Probolinggo, Tantriana Sari sangat yakin jika Jazz Gunung Bromo 2019 akan kembali memanjakan wisatawan yang datang. Secara konsep, Jazz Gunung Bromo 2019 sudah tidak diragukan. Sebuah konser musik yang menjadi salah satu pelopor pagelaran musik di alam terbuka di Indonesia. Pagelaran ini pun menjadi kuat karena diinisiasi oleh seniman-seniman ternama tanah air.

"Pokoknya jangan sampai menyesal karena tidak datang ke Jazz Gunung Bromo 2019. Jangan sampai cuma dapat ceritanya saja. Silahkan datang dan nikmati keindahan musik di Gunung Bromo," kata Bupati wanita ini.

Terpisah, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata Adella Raung pun mengajak wisatawan untuk datang. Soal amenitas wisatawan tak perlu takut.

Ada banyak penginapan yang mudah dijangkau di Bromo. Aksesnya pun mudah. Dari Surabaya, Malang dan sekitarnya kini menonton jazz gunung menjadi lebih cepat dan terjangkau. Tinggal lewat jalan tol keluar di pintu gerbang Probolinggo Barat.

"Semarang- Bromo lewat jalan tol, kini hanya sekitar 5 jam. Penginapan tinggal pilih mau yang mana.Jadi nggak perlu ragu ajak teman dan keluarga," kata Adella.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya Jazz Gunung Bromo merupakan penguatan atraksi wisata yang baik. Apalagi Gunung Bromo merupakan salah satu wilayah yang ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Dengan event ini, tidak hanya keunikan alam yang diusung sebagai motor pariwisata namun alunan musik Jazz juga akan mampu tingkatkan pariwisata kawasan tersebut.

"Terselenggaranya Jazz Gunung Bromo terbukti menjadi motor pengembangan Kawasan Bromo. Keberadaannya selalu mampu menarik wisatawan untuk datang. Karena jelas, konsep yang ditawarkan selalu menarik dengan pengisi acara yang selalu paten. Kalau mau menikmati musik jazz di tempat yang asik ya Jazz Gunung Bromo 2019 adalah jawabannya," kata Menteri asal Banyuwangi itu. 

Sabtu, 01 Juni 2019

Apakah Acne Patch Benar-Benar Manjur untuk Mengeringkan Jerawat?


Sekarang ini acne patch sedang populer di dunia kecantikan. Produk berbentuk stiker mungil ini biasanya ditempelkan pada bagian kulit yang berjerawat.

Acne patch dipercaya bisa mengeringkan jerawat lebih cepat. Apakah klaim ini benar? Kita akan mencari tahu jawabannya.

1. Acne Patch Mengandung Hidrokoloid Penyembuh Luka


Dr. Hadley King, seorang dokter kulit yang berbasis di New York, menjelaskan kalau acne patch diperkaya kandungan hidrokoloid yang sering digunakan untuk menyembuhkan luka. Cara kerjanya adalah menyerap cairan berlebih dan mengeluarkan serpihan dari dalam jerawat.

"Beberapa patch jerawat hanya mengandung hidrokoloid tanpa bahan aktif tambahan. Namun, acne patch lain mungkin mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida yang bisa membantu mengeringkan jerawat," kata King seperti dilansir The Huffington Post.

Ahli dermatologi, dr. Deanne Robinson juga mengatakan hidrokoloid benar-benar bisa menyembuhkan kulit. "Ini seperti menciptakan lingkungan yang akan melindungi kulit dan membantunya memulihkan diri saat bahan aktif masuk," paparnya.

2. Mengeluarkan Kotoran dan Mencegah Infeksi


Dr. Robinson mengatakan ada beberapa manfaat acne patch. Kandungan hidrokoloid pada patch membantu mengeluarkan kotoran pada jerawat, sehingga jerawat bisa lebih cepat kering.

"Mungkin ketika menarik patch, akan terlihat kotoran putih. Itu sama saja seperti ketika memecahkan jerawat," paparnya.

Manfaat acne patch lainnya adalah mencegah risiko infeksi. "Sebagian kulit di sekitar jerawat juga dapat terlindungi. Sebaiknya gunakan perawatan gel atau krim untuk lebih mudah menerapkan patch," tambahnya.

3. Acne Patch Lebih Cocok untuk Jerawat Kecil


Walaupun begitu, kedua ahli dermatologi sepakat acne patch lebih cocok untuk jerawat lebih kecil. Jerawat yang dimaksud adalah yang tidak begitu melekat di bawah kulit pustula dan papula. Jerawat yang seperti ini biasanya berisi nanah.

"Jika jerawat besar lebih baik lakukan injeksi dari dokter kulit," pungkas dr. King.