Sabtu, 20 Juli 2019

Penampilan Penari Ceko Menambah Magisnya Pembukaan TCOF 2019


Festival Toboali City On Fire (TCOF) 2019 terbukti paten. Auranya terlihat megah, bahkan ketika pembukaan acara berlangsung. Kemegahannya bahkan mampu membuat seniman Republik Ceko Nina Bednarova kepicut tampil mengisi malam pembukaan.

Tarian bertajuk Hope yang dibawakannya pun mampu membuat GOR Junjung Besaoh Toboali makin memanas. Tarian tersebut makin terlihat magis dengan dukungan panggung, tata lampu dan sound system yang begitu ciamik.

"Inilah mengapa TCOF 2019 mampu masuk dalam 100 Calendar of Event (CoE) Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Auranya luar biasa. Sebuah atraksi wisata yang mampu menjadi pemantik untuk mengangkat potensi pariwisata yang melimpah di Bangka Selatan," ujar Ketua Tim Kurator CoE Kemenpar, Don Kardono.

Bukan saja Nina Bednarova yang kepicut tampil, seniman asal Solo Galih Naga Seno juga ikut memeriahkan suasana. Tampil sebelum Nina Bednarova, penampilan Galih tak kalah ciamiknya. Menampilkan tari Glow in Nusantara, Galih pun ikut membuat malam pembukaan acara berdetak kencang.

"TCOF season 4 kali ini menyuguhkan tema Unforgettable Taste atau Citarasa Legendaris. Event ini bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara datang ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Khususnya ke Kab. Bangka Selatan. Makanya kami mengkonsep event ini semaksimal mungkin," kata Kepala Dinas Pariwisata , Pemuda dan Olahraga, Haris Setiawan.

Acara pun makin meriah dengan tampilnya dua penyanyi ibukota Daffa Lida dan Sarah Rizkia. Acara ini dibuka langsung oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Toni Batubara, Bupati Basel Justiar Noer, Anggota Tim Percepatan 10 Destinasi Prioritas Pariwisata Larasati Sedyaningsih.

Sebagai sebuah atraksi pariwisata, TCOF 2019 sendiri berlangsung hingga 28 Juli 2019. Rangkainya padat. Dari mulai pagelaran budaya, famtrip, perlombaan, sport tourism hingga hiburan mewarnai event ini. Lokasi acaranya pun menyebar di seantero Bangka Selatan. Dengan itu dapat dipastikan berbagai destinasi wisata Bangka Selatan ikut terekspose dalam event ini.

"Ini merupakan event yang bagus untuk mengangkat berbagai potensi pariwisata Bangka belitung yang ada. Terlebih potensi yang ada di Bangka Selatan. Out put yang dihasilkan pun semakin baik. Hal ini terlihat dari semakin boomingnya pemberitaan mengenai TCOF setiap tahunnya. Ini merupakan out put yang ingin kita capai disamping angka kunjungan wisatawan pada saat event berlangsung," papar Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management CoE Esthy Reko Astuty.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati pun seirama. Baginya megahnya acara pembukaan TCOF 2019 menjadi representasi betapa TCOF menjadi sebuah atraksi wisata yang memukau. Perjalanannya pun semakin baik setiap tahunnya. Apalagi event ini benar-benar mengarahkan media memberikan pemberitaan positif mengenai pariwisata Bangka Belitung.

"Event ini menjadi sebuah mukadimah dari potensi pariwisata Bangka Selatan. Dengan itu akan terpetakan potensi yang paling potensial untuk dikembangkan. Dan tentunya makin membuat pariwisata Bangka Belitung khususnya Bangka Selatan makin terekspose ke luar," ucapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga makin sumringah dengan keberhasilan TCOF mengawali pembukaan event tersebut. Dengan itu akan tercipta pemberitaan positif tentang indahnya pariwisata Bangka Belitung

"Konsep dari pengembangan pariwisata tetap sama, ada 3A (Akses, Amenitas, Atraksi) yang harus diperhatikan penguatannya. TCOF adalah salah satu penguatan atraksi wisata yang sangat baik. Kalau akses dan amenitas serta potensi destinasi untuk Bangka Belitung saya sudah tidak ragu lagi. Selamat dan sukses atas terselenggaranya TCOF 2019," ujar Menteri berdarah Banyuwangi itu.

Sabtu, 13 Juli 2019

Pemandangan Langit Senja di Pulau Kalong Labuan Bajo Bikin Famtrip Jepang Semringah


Mengunjungi Taman Nasional Komodo, tak puas jika hanya dijelajahi dalam waktu singkat. Begitu pun yang dirasakan peserta famtrip asal Jepang. Berbagai atraksi yang ditawarkan benar-benar membuat tercengang. Salah satunya Pulau Kalong yang terletak antara Pulau Papagarang dan Pulau Rinca.

Perwakilan dari Hokuriku Asahi Broadcasting, Kazuhiko Hamasaki mengungkapkan, perjalanan ke Pulau Kalong adalah pengalaman luar biasa. Terlebih saat melihat ribuan kelelawar terbang dari sarangnya. Mereka berhamburan ke berbagai penjuru, membentuk pemandangan yang indah di langit senja.

"Ini luar biasa. Sangat menarik. Ukuran mereka yang besar-besar dan dalam jumlah banyak, membuat detail gambar di kamera terlihat semakin nyata. Saya rasa jarang sekali daerah yang punya atraksi semacam ini," ucapnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya menjelaskan, Pulau Kalong termasuk dalam wilayah Taman Nasional Komodo. Seperti namanya, pulau ini merupakan rumah bagi Kalong atau kelelawar. Di sini, wisatawan bisa menyaksikan ribuan kelelawar. Pada siang hari, makhluk unik tersebut bertahan di hutan bakau. Mereka mulai terbang untuk mencari mangsa ketika senja tiba.

"Ukuran kalong atau kelelawar di sini cukup besar. Namun, mereka tidak membahayakan manusia. Mereka justru tampak bersahabat karena keberadaannya selama ini tidak pernah diusik. Secara keseluruhan, ini adalah pemandangan yang bernilai bagi wisatawan. Termasuk bagi para fotografer atau videografer untuk mengabadikan moment-moment menarik," ujarnya.

Waktu terbaik untuk berkeliling Pulau Kalong adalah saat senja hingga malam hari. Sebab, banyak kelelawar mulai mencari makanan. Mereka meninggalkan sarang mereka dan terbang berkelompok. Saat itu, langit akan ditutupi ribuan kelelawar. Mereka baru kembali ke sarang di pagi hari. Wisatawan bisa menyaksikan moment itu dari kapal. Karena pulau ini ditutupi hutan mangrove, maka wisatawan tidak bisa menjelajahinya dengan berjalan kaki.

Tidak ada yang tahu di mana kelelawar itu mencari makanan. Daya tarik lain adalah mangrove. Karena mangrove adalah rumah kelelawar, maka penduduk setempat merawat mangrove dengan baik. Itu berarti tidak ada yang diperbolehkan memotong pohon. Termasuk tidak boleh menangkap ikan secara ilegal di sekitar lokasi.

"Dengan peraturan itu, Pulau Kalong mempertahankan keindahan dan kelestarian alamnya. Inilah alasan mengapa wisatawan mancanegara sangat tertarik untuk mengunjungi Pulau Kalong, selain atraksi lain di dekatnya," kata Nia.

Untuk menyambangi Pulau Kalong, wisatawan harus mengunjungi Labuan Bajo terlebih dahulu. Dari sini, wisatawan bisa menyewa speedboat. Dibutuhkan sekitar 30-50 menit untuk sampai di pulau tersebut. Biasanya, agen perjalanan sudah memasukkan Pulau Kalong dalam paket tur wisata ke Taman Nasional Komodo.

Lebih jauh Nia Niscaya menerangkan, famtrip media Jepang ke Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), berlangsung selama 6 hari. Yaitu tanggal 21-26 Juli 2019. Kegiatan ini sangat strategis untuk menggenjot kembali angka kunjungan wisatawan Jepang. Selain ke Labuan Bajo, mereka juga dibawa Famtrip ke Bali.

Menurutnya, jumlah kunjungan wisatawan Jepang ke Indonesia tahun 2018 mengalami penurunan sekitar 7,45% dibanding tahun 2017. Atau sebanyak 530.573 wisman di tahun 2018, dan 573.310 wisman di tahun 2017.

Padahal, lanjut Nia, spending wisman Jepang cukup besar. Sekali berkunjung ke Indonesia, pada umumnya wisatawan Jepang menghabiskan waktu 6-7 hari. Mereka mengeluarkan uang rata-rata sebesar USD 1,013 per visit.

"Ini menjadi pendorong Kemenpar dalam meningkatkan promosi pariwisata Indonesia ke Jepang. Contohnya seperti famtrip yang kita gelar. Kita harus mampu memenuhi target 690.000 kunjungan wisman Jepang tahun ini," tegasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, famtrip kali ini sangat tepat sasaran. Ia yakin kegiatan ini bakal menimbulkan efek domino yang positif bagi pariwisata Labuan Bajo.

"Saya amat yakin, karena media dan blogger ini mempunyai basis follower yang tidak sedikit. Pasti akan memberi dampak positif," kata Menteri Pariwisata Terbaik ASEAN ini. 

Sabtu, 06 Juli 2019

Full Hiburan, Festival Cisadane 2019 Dipastikan Seru


Keseruan dipastikan akan terjadi di Festival Cisadane 2019. Sebab, event ini akan full dengan hiburan. Festival Cisadane 2019 digelar 26 Juli sampai 3 Agustus 2019. Lokasinya di wilayah jalan Benteng Jaya, Benteng Makasar, Tangerang.

Menurut Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono, Festival Cisadane termasuk yang terbaik di wilayah Jakarta dan sekitarnya.


"Festival ini mempunyai banyak agenda. Dan pastinya seru semua. Festival Cisadane termasuk yang terbaik di wilayah Jabodetabek. Jadi sangat sayang untuk dilewatkan. Apalagi agendanya juga sangat padat," kata Don, yang juga anggota Tim Kurator Calendar of Event 2019 Kemenpar.

Festival Cisadane akan menampilkan sejumlah hiburan. Ada pagelaran budaya daerah, lomba perahu naga, atraksi hoverboard, jet ski, gelar karya Usaha Kecil Menengah (UKM). Namun, yang paling ditunggu-tunggu adalah penampilan dua band papan atas Indonesia, Nidji dan Kotak.

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengatakan, Festival Cisadane menjadi pesta rakyat. Event ini juga diharapkan menjadi ruang promosi bagi produk-produk UKM Kota Tangerang. Serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Tangerang.

"Melalui event tahunan ini kami ingin menampilkan potensi masyarakat Kota Tangerang ke kancah nasional. Karena, memang banyak sekali potensi yang dimiliki. Mulai dari UKM, atlet cabang olahraga, kesenian tradisional, seni bermusik dan lainnya. Selain itu juga sebagai hiburan bagi masyarakat Kota Tangerang," ujar Wali Kota Arief.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Pertamanan Kota Tangerang Raden Rina Hernaningsih mengatakan, pada acara pembukaan Festival, akan disuguhkan tarian kolosal Sangego. Ada juga parade 28 perahu hias yang dipadu dengan aksi tiga hoverboard. Mereka akan membentuk formasi khusus.

Sementara aksi band Nidji akan digelar pada 28 Juli dan band Kotak pada 3 Agustus 2019 mendatang. Pihaknya telah menyiapkan sekitar 164 stan yang menampilkan pameran pembangunan dan gelar karya UKM.

Ditambahkannya, event ini menjadi kebanggaan warga Kota Tangerang. Karena Festival Cisadane telah masuk 100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata. Oleh karena itu, tahun ini target tingkat kunjungan wisatawan mencapai 80 ribu orang. Pada tahun sebelumnya, jumlah pengunjung menembus angka 60 ribu. Atau melebihi target 40 ribu.

"Tahun ini kami targetkan pengunjung Festival Cisadane bisa mencapai 80 ribu orang, pelaksanaannya sendiri berjalan selama sembilan hari," ungkap Rina.

Plt.Kepala Dinas Koperasi dan UKM Herman Suwarman menyebutkan akan melibatkan sekitar 200 pelaku UKM Kota Tangerang. Mereka akan menempati 86 stan. Untuk nilai perputaran uangnya sendiri ditargetkan mampu melebihi catatan tahun lalu 1,3 miliar.

"Sekitar 200 pelaku UKM yang nanti akan kami sediakan gratis stan, ini dalam upaya mempromosikan produk karya lokal Kota Tangerang, dan untuk nilai transaksi kami targetkan bisa melampaui tahun lalu yakni 1,3 miliar," jelasnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang Engkos Zarkasyi menambahkan, festival akan dimeriahkan lomba dayung perahu naga. Kelasnya tingkat internasional dan nasional. Pesertanya tak hanya dari Provinsi Banten. Namun regional bahkan luar negeri, seperti Malaysia, Timor Leste dan Australia.

Untuk perlombaan perahu naga terbagi dalam dua kategori 300 meter dengan hadiah juara I senilai Rp 26 juta, juara dua senilai Rp 15 juta dan juara tiga senilai Rp 10 juta, untuk kategori 500 meter juara 1 senilai Rp 30 juta, juara 2 senilai Rp 20 juta dan juara 3 senilai Rp 15 juta.

"Untuk pelaksanaan lomba perahu naga dimulai pada tanggal 27 sampai 29 Juli 2019," ujarnya.

Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty, menilai Festival Cisadane sudah siap digelar.

"Event ini adalah pendatang baru di Calendar of Event Kementerian Pariwisata. Tapi persiapannya sudah sangat matang. Banyak atraksi yang siap memanjakan wisatawan," kata Esthy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan acungan jempol untuk pelaksanaan Festival Cisadane 2019.

"Kunci jika ingin sukses menarik wisatawan adalah sustain. Harus berkelanjutan. Jangan sampai sekarang ada tapi besok tidak ada. Jika sekarang sukses, tetap harus evaluasi. Apa yang bisa ditampil untuk tahun depan. Terobosan apa yang akan ditawarkan. Jadi keseruan tidak akan pernah hilang setiap event digelar," kata mantan Dirut PT Telkom itu